Artikel


Kendaraan Doa
Ditulis pada Sen, 09/18/2017 - 09:44

Sahabat, kali ini kita akan berbagi mengenai Kendaraan Doa yang diekstrak dari Al Baqarah ayat 186 yang berbunyi sebagai berikut:

"dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Ayat di atas menegaskan perintah Allah SWT kepada manusia untuk berdoa kepadaNya. Doa adalah awalan dan sejatinya doa tidak dapat berdiri sendiri. Ia haruslah dilengkapi dengan sarana lain yaitu kendaraan doa.

Kendaraan doa laksana ‘roket’ yang menghantarkan doa-doa kita agar Allah SWT berkenan untuk mengabulkannya.Perintah doa diikuti oleh Falyastajiibuulii yang merupakan salah satu kendaraan doa. Falyastaajiibuulii berarti memenuhi seruan Allah SWT, inilah yang akan menjadi kendaraan doa.

Penuhilah seruan Allah, tegakkan ibadah wajib, hidupkan ibadah sunnah.Doa tidak akan bekerja optimal tanpa adanya kelengkapan berupa pemenuhan kewajiban kita sebagai hamba Allah SWT. Kekuatan doa pun akan bertambah dengan menghidupkan sunnah sebagai bukti kecintaan hamba pada Rabb-Nya.

Kendaraan doa yang tidak kalah penting lainnya adalah Walyu’minuubi atau yakin kepada Allah SWT. Walyu’minuubi bermakna percaya bahwa Allah SWT akan mengabulkan permohonan kita. Yakin 100% bahwa Allah merupakan Sumber Solusi.

Doa yang diantar dengan dua kendaraan doa tersebut akan melahirkan La’allahum yarsyuduun atau sebuah petunjuk.Petunjuk yang bisa Allah datangkan melalui lintasan hati, pikiran atau melalui cara-cara lain yang Allah sukai.Petunjuk-petunjuk inilah yang akan menjadi jawaban atas setiap doa-doa yang kita panjatkan. La’allahum yarsyuduun akan membimbing kita sehingga langkah yang kita ambil selalu berada dalam naungan-Nya.

 

Oleh : Tim WHBS (Wisatahati Business School)

Sumber : whbs.or.id