Jalan Sedekah


Berkurbanlah
Ditulis pada Rab, 09/07/2016 - 11:43

Pada bulan ini kita memasuki hari raya lagi yang diperingati kaum muslimin, yaitu Idul Adha yang dikenal juga dengan Idul Qurban. Pada edisi kali ini akan kita bahas makna dan hal-hal yang berkaitan tentang ritual qurban. Qurban dari kata "Qoroba", yang artinya mendekatkan diri. Dalam hal ini maknanya medekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam konteks keislaman sesuatu yang dikurbankan itu adalah hewan ternak, seperti sapi, unta dan kambing. Selain memiliki makna ritual, ibadah qurban juga mengandung maknsa sosial, oleh karenanya umat islam yang merayakan Idul Qurban seharusnya berupaya menggali makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai ibadah qurban ini hanya menjadi rutinitas yang miskin makna dan hikmah, hanya sampai pada proses penyembelihan hewan kurban, mendistribusikannya sampai pesta sate sepuas-puasnya.

Allah SWT berfirmasn : sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. (QS. 108:1-2)

Umat islam perlu memperhatikan kaidah kurban secara syariat, baik dalam pemilihan hingga penyembelihan merupakan hal yang sangat penting dalam ibadah kurban. Kurban mengajarkan kepada kita untuk bersikap dermawan, tidak rakus dan kikir. Kurban mendidik kita untuk peduli dan mengasah sikap sosial. Seseorang tidak pantas kenyang sendirian dan bertaburan harta, sementara banyak sesama manusia membutuhkan bantuan dan uluran tangan. Persyaratan hewan kurban yang sangat ketat sesungguhnya merupakan tuntunan agar kita memberikan yang terbaik untuk sesama.

Banyak pintu untuk mewujudkan niat pembaca dalam berqurban. Dan yang penting tentunya ikhtiyar kita dalam mewujudkannya. Di lembaga Wisatahati membuka kesempatan pembaca yang berkeinginan menyalurkan qurban-nya dalam program Qurban for Tahfidz untuk didistribusikan pada para penghafal al Qur'an di pelosok Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, sampai ke Sulawesi Selatan.

Mari kita manfaatkan kelebihan rizki yang kita miliki untuk berlomba-lomba meraih pahal terbaik dari Allah SWT. Sehingga kita dapat meraih predikat menjadi bagian dari orang-orang yang bertakwa, meneladani tauladan ketakwaan luar biasa nabiyullah Ibrahim a.s