Artikel


Bolehkah Qurban sekaligus Aqiqah?
Ditulis pada Kam, 09/08/2016 - 06:26

Oleh : Ust Rudi Salam

Tidak sedikit kaum muslimin masih bingung alias samar untuk memahami tentang aqiqah maupun qurban. Keduanya merupakan ibadah yang dianjurkan. Sedangkan persamaan di antara keduanya yakni sama-sama sunnah hukumnya menurut madzhab syafii (selain nadzar).

Perbedaan dari keduanya lebih pada waktu pelaksanaannya. Qurban hanya dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah saja. Sedangkan aqiqah dilaksanakan pada saat mengiringi kelahiran seorang bayi dan lebih dianjurkan lagi pada hari ketujuh kelahirannya. Pada dasarnya aqiqah merupakan hak seorang anak atas orang tuanya. Artinya anjuran untuk menyembelih hewan aqiqah, sangat ditekankan kepada orang tua sang bayi. Itu juga jika diberi kelapangan rezeki untuk sekedar berbagi dalam rangka menyongsong kelahiran anaknya.

Namun, para ulama memberi kelonggaran pelaksanaan aqiqah oleh orang tua si bayi tumbuh sampai dengan baligh. Setelah itu, anjuran aqiqah tidak lagi dibebankan kepada orang tua melainkan diserhkan kepada sang anak untuk melaksanakan sendiri atau meninggalkannya. Dalam hal ini tentunya melaksanakan aqiqah sendiri lebih baik dari pada tidak melaksanakannya.

Lalu, manakah yang harus didahulukan antara qurban dan aqiqah? jawabannya paling sesuai adalah tergantung momentum serta situasi dan kondisi. Apabila mendekati hari raya idul adha, maka afdholnya mendahulukan qurban adalah lebih baik dari pada melaksanakan aqiqah. Namun, ada pendapat dari imam Ramli, yang membolehkan 2 niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat qurban dan aqiqah sekaligus. referensi dari kitab Tausyikhnkarya Syekh Nawawi al-Bantani : Ibnu Hajar berkata "seandainya ada seseorang menginginkan dengan 1 kambing untuk qurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup." berbeda dengan al-allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Konsekwensi yang mungkin berlawanan dari pendapat Imam Ramli ini adalah dalam pembagian dagingnya. Mengingat daging qurban lebih afdhol dibagikan dalam kondisi mentah. Sementara aqiqah dibagikan dalam kondisi siap saji. Problem ini tentunya tidak perlu dipermasalahkan karena cara pembagian tersebut bukanlah termasuk hal pokok. Kedua cara pembagian daging tersebut adalah demi meraih keutamaan, bukan menyangkut keabsahan ibadah. Wallahu alam bisshowab.